Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro dan Informatika (HMEI) menyelenggarakan Rapat Akbar perdana di awal tahun 2018. Acara ini dilaksanakan tepatnya pada:

 

                Hari        : Sabtu, 27 Januari 2018

                Pukul     :13:00 WIB – 16.00 WIB

                Tempat  : Aula Gedung C Institut Teknologi Sumatera.

 

Rapat Akbar ini membahas beberapa poin penting yaitu :

1.Pengenalan Badan Pengurus ‘SPARTA’ HMEI 2017/2018

2.Penyampaian program kerja dan timeline kegiatan HMEI selama 1 periode kedepan

3.Pengenalan dan Mekanisme Sekretariat HMEI

4.Keputusan uang kas HMEI

5.Pembayaran DP PDH HMEI

 

Secara umum rapat berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti. Namun ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Menurut Ketua HMEI Agadi Samridho, beberapa aspek tersebut adalah anggota, ke kondusifan serta keaktifan anggota. Ia menyampaikan bahwa jumlah anggota yang hadir dalam rapat akbar ini sangat jauh dari ekspektasi. Rapat ini hanya dihadiri oleh kurang lebih 250-an anggota, sedangkan harapannya massa HMEI yang hadir pada rapat kali ini sekitar 300-an mahasiswa. Ia sangat menyayangkan hal tersebut, dikarenakan materi yang dibahas pada rapat akbar ini sangat penting bagi massa HMEI.

Lalu pada aspek ke kondusifan, rapat berjalan kurang kondusif, dapat dilihat dari beberapa mahasiswa yang kurang memperhatikan Ketua Himpunan saat presentasi program kerja. Ditambah dengan kondisi ruangan yang cukup panas dikarenakan pihak kampus ITERA tidak mengizinkan penggunaan AC pada saat rapat akbar ini.

Sedangkan dari aspek ke aktifan anggota, pada sesi tanya jawab program kerja, hanya sedikit peserta rapat akbar yang mengajukan pertanyaan. Hal ini tentu menjadi pertanyaan, apakah peserta rapat sudah benar-benar paham mengenai program kerja HMEI? Atau justru sebaliknya, peserta rapat  kurang memperhatikan sehingga tidak tahu apa yang harus ditanyakan. Peserta mulai aktif menyampaikan pendapat di penghujung acara ketika sedang membahas tentang uang kas HMEI.

Dari pihak panitia pun tak luput dari adanya kekurangan. Menurut Agadi Samridho, seharusnya ketika pengenalan BP HMEI, ditampilkan organigram kepengurusan BP HMEI. Namun karena beberapa kendala, sehingga organigram tersebut tidak ditampilkan. Selain itu ada juga beberapa Kepala Departemen dan Kepala Divisi yang belum menetapkan secara benar program kerja dan timeline program kerja.

Dalam kegiatan ini, Ketua Himpunan menekankan beberapa point penting kepada massa HMEI, yaitu: jangan mengulangi kesalahan yang sama. Jika kepengurusan sebelumnya melakukan kesalahan, maka itu harus menjadi pelajaran bagi kepengurusan yang saat ini dan yang akan datang. Lalu dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan massa HMEI, harus mengikut sertakan seluruh massa HMEI dalam mengambil keputusan tersebut. Ia pun berharap agar setelah rapat akbar ini massa HMEI dapat membantu menyebarkan informasi kepada massa HMEI yang tidak hadir pada rapat kali ini, serta melakukan apa yang sudah diputuskan pada rapat kali ini. Selain itu Ketua Himpunan HMEI Agadi Samridho mengatakan selama program kerja berlangsung akan terus melakukan transparansi atas segala keputusan dan kendala-kendala yang di hadapi oleh himpunan.

Yuwanda Indra Gunawan salah satu anggota HMEI yang hadir pada rapat akbar tersebut berkomentar positif atas  pelaksanaan rapat akbar yang mengutamakan demokrasi dan trasparasi akan beberapa hal seperti DP (uang muka) untuk pembayaran PDH, uang untuk sekretariat dan uang kas, yang dimana dilakukan musyawarah terlebih dahulu untuk mencapai mufakat sehingga semua pihak merasa puas dengan keputusan akhir Rapat Akbar tersebut.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan, terima kasih.



Departemen Komunikasi dan Informasi

BP SPARTA HMEI 2017/2018